Dzikir Dan Esensi
Matan Pandeglang - Dzikir pada dasarnya memiliki makna Mengingat, Mengingat Allah, terhadap kebesaran Nya, ke Esa-an Nya dan atas segala Kuasa dan Kehendak Nya.
Dzikir yang sangat baik adalah terus menerus selalu di lakukan ketika berdiri, berjalan, duduk, berbaring, tiduran dan disetiap aktivitas apapun setiap waktu. Selalu mendendangkan dzikir Kepada-Nya, dengan hati, lisan, fikiran gerak tubuh semuanya memiliki esensi nya sendiri atas dzikir-Nya.
Mengartikan dzikir sebenarnya adalah agar kita selalu dekat dengan-Nya, diberi bimbingan menuju kepada-Nya, agar kita selalu terjaga dengan-Nya. Kemudian akan mengerti apa arti dari tujuan hidup ini.
Meski berjalan dengan terseok-seok tetaplah akan mendapatkan anugerah Allah diwaktu kapanpun, berharap lah hanya kepada-Nya, karena jika berharap dari selain-Nya semuanya hanyalah sia-sia tak berbalas, tak berbalas selamanya namun hanya sekejap waktu.
Esensi-Nya akan mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhan bukan hanya mengetahui.
Seperti yang pernah di ucapkan oleh seorang Sufi tertua dimasanya, yaitu Syiekh Yahya bin Mu'adz Ar-Razi, Ia mengatakan :
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
"Siapa yang mengenal dirinya, maka (sesungguhnya) ia telah mengenal Tuhan nya.."
(Syeikh Yahya bin Mu'adz Ar-Razi)
Esensi terhadap diri adalah ketika ia telah mengenal dirinya dengan baik, baik itu keburukan nya juga terhadap kebaikan nya, atas hati dan tingkah lakunya (amaliyah nya) dalam diri sendiri, bersama dengan yang lain dan saat bersama Allah (beribadah). Ketika sudah mengenal diri, kemudian yang timbul pada esensi terbaiknya itu maka ia telah mengenal Tuhannya dengan sebaik-baiknya, dan tidak pernah terlepas Dari-Nya karena sudah mencapai Mahabbah (Cinta) kepada sang Pecipta dirinya. Kalimat ini dan maknanya sedikit demi sedikit telah kutemukan dari dhawuh Guru ku.
Keindahan dari berdzikir adalah timbulnya rasa Mahabbah (Cinta) kepada sang Kholiq (Pencipta) diri dan seluruh alam serta makhluk yang mendiami Langit dan Bumi, ketika Cinta itu datang maka kenikmatan serta ke indahan itu memalingkan semua yang berada di pandangan dan menjadi sirna oleh Samudera Mahabbah kepada-Nya dan kemudian menjadi Fana..
Jur-Bar, 15 April 2018.


Luar biasa kang. . .
BalasHapusMonggo di Kopi ☕ kang.
Hapus